Content

Saturday, December 20, 2014

Gunung Gede Pangrango

Degup kencang  mengisi detak jantungku setiap waktu, waktu itu. Dengan menumpang kendaraan umum, perjalanan dilakukan dengan jumlah 8 orang. Sepanjang jalan, adrenalin mengalahkan derup langkah kendaraan. Tak sabar ingin segera melakukannya. Sesekali udara terhirup panjang, segar. Pendakian pertama saya dimulai dari pos pendaftaran Gunung Gede, melalui jalur Putri yang dikenal dengan jalurnya yang curam.

Betul-betul ujian nyata bagi pendaki yang memulai debut mendakinya seperti saya ke Gede Pangrango via jalur Putri. Jalur yang mengharuskan saya mengangkat kaki lebih tinggi hingga 30 centi keatas membuat lelah berdatangan lebih cepat, otot paha dibuat bekerja ekstra, denyut berdegup kencang dan suara hati yang berteriak selalu ingin beristirahat.




Setelah membelah hutan demi hutan, kalori dalam diri terhempas habis. Energi semakin letih dan diputuskan bersama untuk membuka logistik dalam perjalanan. Beruntung hutan-hutan di Gunung ini dihuni oleh pepohonan yang tinggi, memudahkan bagi kami mencari tempat yang sejuk untuk sekedar merebahkan sekujur tubuh yang terlihat lusuh. Sembari meneguk cairan berisi vitamin dan kalori tinggi dengan harap tubuh menjadi bersinergi kembali.


Di setiap laju langkah, mata ini dikejutkan dengan 'menggunungnya' sampah di tiap meter rimbunnya pepohonan. Menyisakan pertanyaan besar yang disisipkan dengan kesedihan mendalam. Entah apa yang ada di benak para pendaki ketika ingin menancapkan kaki yang bukan di rumahnya sendiri dan meninggalkan sampah. Bagaimana ketika sebaliknya, ketika rumah kita disinggahi tamu kemudian tamu tersebut meninggalkan sampah, bukankah sikap tersebut tidak etis di mata tuan rumah sendiri ?

Setelah menempuh panjangnya medan, dengan hati riang sebuah rerimbunan bunga edelweis terlihat. Tertanda sudah mulai mendekati puncak. Dan ternyata Gunung Gede Pangrango memiliki sebuah 'alun-alun' yang sangat luas bernama Surya KencanaSeketika lidah berucap syukur, sebuah pemandangan yang sangat luar biasa pertama kali saya lihat. Lantas segera mendirikan tenda untuk bermalam di Surya Kencana, mengistirahatkan diri untuk menempuh hingga Puncak Gede esok harinya.


Angin pagi menyayat permukaan kulit, saya terbangun karenanya. Demikian juga teman-teman saya lainnya. Bergegas bersiap untuk melanjutkan perjalanan dengan perkiraan waktu tempuh 2 jam. Ditengah perjalanan, Surya Kencana terlihat begitu indah dengan punggung bukit hijau dan langit membiru. Sejenak berbalik diri untuk melepas kejenuhan dan keletihan dengan melihatnya, sungguh tergoda hingga lupa melanjutkan langkah menuju puncak.



Dan tiba akhirnya, puncak Gede. Terbayar sudah semua jerih payah selama berada di perjalanan. Mempuaskan diri dengan mensyukuri ciptaan sang Khalik, dengan berfoto dan bersyukur sudah pasti. 

Dalam perjalanan pulang, saya sempat terpisah sendiri dengan teman-teman saya selama 2 jam. But, it's okay. Menjadi suatu pengalaman berharga bagi saya. Debut mendaki yang penuh dengan hal-hal baru yang beragam, babak baru memulai untuk belajar dari hal baru. Dan titik awal memulai perjalanan baru.

*Nb : jangan pernah memisahkan diri dengan rombongan, sebagian kasus pendaki hilang di gunung mayoritas karena faktor kesalahan para pendaki.

0 comments:

Post a Comment