Content

Sunday, February 22, 2015

Leuwi Hejo - Curug Barong

Leuwi Hejo

Leuwi Hejo, kolam mini yang mulai tenar di kalangan backpacker terutama Jabodetabek ini mulai ramai dikunjungi. Saya sudah beberapa kali diajak kesana oleh seorang teman, namun waktu selalu menjadi musuh pribadiku untuk kesana. Hingga akhirnya, bisa kesana satu hari setelah saya di wisuda dan satu hari sebelum hari pertama kerja. Awalnya saya disuruh memulai hari pertama kerja saya pada hari senin, namun saya minta undur hingga kamis, saya tidak mau kesulitan lagi mencari waktu untuk pergi kesini padahal lokasi tergolong dekat.

Kali ini saya berangkat bersama Dody teman mendaki gunung Semeru bertindak selaku guide (sudah 12 kali kesana), Argha (seorang teman berkesenian yang lagi candu dengan travelling belakangan ini), Fajar (partner saya ketika mendaki gunung Rinjani melalui nazar), Reza dan Pebong.

Titik kumpul dirumah saya. Saya meminta Argha dan Fajar sudah tiba dirumah saya jam 9 pagi, dan ternyata telat. Lalu saya menjemput Dodi tak jauh dari rumah saya. Dodi mendapat kabar bahwa Reza dan Pebong ingin ikut dengan kita, mereka mengetahui rencana kita melalui status BBM si Dodi. Alhasil keberangkatan semakin tertunda.

Pukul 12:00 WIB , kita belum beranjak dari rumah. Menunggu kabar Reza. Dan setelah mendapat kabar, ternyata dia meminta kita (dodi, saya, Argha, Fajar) untuk jalan terlebih dahulu sebagai rombongan pertama. Hal yang membuta kita berempat menjadi badmood setelah menunggu kepastian selama 2 jam.

Setelah menyelesaikan sholat Dzuhur, kita bergegas. Melalui Sentul lalu arah Gunung Pancar kita masih setia menapaki tiap-tiap centimeter jalan dengan roda dua berjumlah dua. Jalan berliku, terkadang naik dan turun. Seringkali rusak sehingga harus berhati-hati. Saya sendiri sangat menikmati tiap detik perjalanan ini. Setelah 3 bulan tidak melakukan perjalanan kemana-mana.

Satu jam perjalanan, saya menemukan jalan menurun dan disebelahnya terlihat rumah dengan tembok berwarna kuning. Mencuri perhatian mata. Rumah ini merupakan pos sekaligus titik awal melakukan trekking menuju Leuwi Hejo. Rumah pak RT. Setelah istirahat sekitar 15 menit kita melanjutkan perjalanan dengan formasi Dody sebagai leader memulai jalan di depan dan saya sebagai sweeper dengan posisi paling belakang.

Rumah pak RT

10 Menit perjalanan awal, kita disuguhkan dengan pemandangan sawah yang sangat luas. Tak lama kemudian, sungai membelah hijaunya sawah. Ada yang mulai menguning. Dengan menapaki pematang sawah, kita terus melaju. Hingga akhirnya menemui pos registrasi. Tiap orang dikenakan biaya Rp.10.000. Sesekali kita melintasi sungai yang tidak memiliki kedalaman yang amat dalam. Saya suka mencelupkan sebagian tubuh saya ke dalamnya. Segar!


View awal

Setelah 30 menit berjalan, kita tiba di Leuwi Hejo. Sungguh beruntung hari ini. Kesabaran berbuah hasil. Leuwi Hejo sedang berada dalam kondisi yang terbaiknya. Tampak sekitar 6 orang berada disana. Dody bergegas mencari sebuah lokasi yang bisa dijadikan tempat untuk santai-santai sekaligus untuk memasak. Gesit.

Tak perlu berlama-lama, waktunya bercumbu dengan literan air yang sangat segar.


Dua jam kemudian, kita bergegas menuju Curug Barong. Sedikit memutar balik jalan, lalu memotong dengan menanjak. Masih Dody di depan dan saya tetap di belakang. Dody tampaknya melalui jalan yang salah, tapi dia tetap bertanggung jawab dengan apa yang dia pilih. Selagi menunggu dia mencari jalan, saya bermain-main dengan kamera saya.


Yak inframe!

Ini situasi dimana kita merasa salah jalan, bebatuan besar menutup jalan

Tak jauh setelah berhasil melalui batu besar dengan sebuah kerjasama tim yang sangat kompak, kita berhasil menemukan Curug Barong. Disana sudah ada 1 rombongan sekitar 7 orang. Mereka pun terheran-heran kita muncul darimana haha. Disini kita tidak bisa berlama-lama karena langit sudah mulai gelap. Matahari pamit dari garisnya. 


Curug Barong

Curug Barong

Sesampainya dirumah pak RT bertepatan dengan azan maghrib. Kita duduk sebentar di pelataran rumahnya, ada yang memesan air minum ada yang memesan makanan. Lalu berjalan pulang.

7 comments:

  1. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    ReplyDelete
  2. wah indah sekali .... kayaknya ini curug paling keren di sentul
    track dari parkiran ke curugnya lumayan "menantang" .. he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaaa setujuuu, tapi view tracknya bagus. hijau sawah dihembuskan dengan semilir angin, terlebih saya sebagai warga jakarta hehehe

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  3. Mau tanya, kalau kesananya musim kemarau seperti sekarang, ada ga yaaa air nya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah mba maafkan baru buka blog lagi haha, justru kalo musim kemarau airnya nggak keruh loh mba hehe sudah dicoba belum akhirnya?

      Delete