Content

Friday, July 17, 2015

Gunung Papandayan

9 dreamsigners

Berawal dari sebuah reuni teman-teman studio interior di Upstairs cafe rencana mendaki Papandayan tergagas. Hadirnya teman dari Yogya dan Bali semakin membuat semangat menggebu untuk memulai perjalanan, ya karena belum pernah sekalipun bepergian bersama teman-teman jauh. Selesai reuni pun kita tetap berkomunikasi untuk mengatur semuanya.

Widi teman dari Yogya mengajak teman-teman interior dari Itenas Bandung untuk ikut serta. Kebetulan beberapa saya mengenalnya. Semakin semangat. Dalam proses perencanaan beberapa kali mengalami perubahan. Ada yang ternyata bisa ikut dan ada yang tidak. Pada Akhirnya terseleksi 9 orang. Saya, Eja, Faris adalah geng Cikini. Lalu ada geng Kemang yang dimotori oleh Taufik, Dima, Widi, Zi, Ika, Nisha.

Hal yang menjadi menarik untuk saya adalah, hanya saya, Widi dan teh Ika saja yang sudah pernah naik gunung. Selebihnya tidak. Semua menjadi repot ketika mengumpulkan masing-masing gear. Namun niat mengikis semuanya.

Jumat, 15 Mei 2015
Sepulang jam kerja kita semua berkumpul di bilangan Kemang. Zona selatan. Titik kumpul berada di kosan Taufik. Saya dijemput ditempat kerja oleh Eja. Setelah terkumpul semua dan dinyatakan siap sekitar pukul 23:00 wib kita melaju kendaraan menuju Garut. Ya 1 mobil berisi 9 orang ditambah ransel yang super gede! Tak jarang setiap km berhenti untuk merehatkan pinggang. Ya mereka teman-teman baru yang super seru!



Sabtu, 16 Mei 2015
Sesampainya di pos pendaftaran sekitar pukul 7 pagi waktu setempat. Semua lelah namun tetap antusias. Sarapan sejenak namun saya tidak. Hari ini ramai, para penghuni kota berhijrah menuju kordinat ini. Setelah lambung terisi dan mengucapkan doa kita memulai perjalanan. Membiarkan yang memiliki fisik lebih di posisi terdepan dengan Widi sebagai back up dan saya menyusuri di garis belakang. Tak jarang ambil nafas sejenak.

Matahari tidak malu menyapa hari ini, mengikis permukaan kulit.

Jarum jam menunjuk pada angka11, kurang lebih. Kita tiba di pondok Salada yang ternyata sudah seperti mal-mal yang gencar memancing pengunjung dengan great sale nya. Hijrah. Esensi untuk menyatu dengan alam pun sirna, di pondok salada tersedia warung-warung dan toilet. Namun sepertinya beberapa teman enggan mengantri di toilet yang panjangnya seperti antrian batu Ponari dan lebih memilih untuk menyatu dengan alam haha.

Hingga malam, dihabiskan dengan obrolan-obrolan serius hingga tidak serius. Tak jarang diabadikan juga. Hari ini saya super lelah, baru kali ini membawa 3 tenda dan tripot sekaligus ditambah keperluan pribadi saya lainnya. But it's gonna be allright.

Malam ini disepakati untuk menuju puncak esok harinya, dengan jam keberangkatan setelah subuh.


ini adalah salah satu bentuk keseruan bersama teman-teman baru


Minggu, 17 Mei 2015
Janji yang sudah disepakati ternyata dilanggar oleh kita semua. Ya semua sepertinya kelelahan sehingga bangun pun kesiangan. Saya dibangunkan dengan panasnya hawa di dalam tenda. Ternyata memang sudah agak siang. Akhirnya melihat beberapa teman yang enggan mencapai puncak, diputuskan hanya ke hutan mati lalu turun. Lagipula sudah terlalu siang hari ini. Bisa bahaya ketika  pulang ke Jakarta nantinya dengan kondisi jalanan yang sudah pasti macet. 

Hutan mati tidak lepas sama sekali oleh kita sebagai objek foto. Semua sibuk dengan keperluan kameranya masing-masing. Seringkali foto bersama. Meskipun baru kalian tetap seru!


momen cacther

promosi ah :p


terimakasih teman-teman, kalian super !

0 comments:

Post a Comment