Content

Friday, September 4, 2015

Tanjung Lesung

Momen lebaran merupakan sebuah peristiwa besar di lingkungan tempat tinggal saya untuk berkumpul bersama teman-teman rumah. Ya, semenjak tumbuh besar masing-masing pribadi sudah disibukkan dengan masing-masing cita-cita yang harus dikejar. Berawal dari kumpul-kumpul, terlahir sebuah ide baru. Kali ini jalan-jalan.

Planning awal adalah mengunjungi Citumang di Pangandaran, saya sendiri sangat excited. Namun setelah terkurasi, Citumang terbilang cukup jauh. Terlebih hanya ada seorang yang bisa menyetir. Lalu beralih ke plan kedua. Sebenarnya tidak ada plan kedua, plan kedua tercipta setelah kita menjelajah internet mencari wisata alam yang terjangkau dari tempat kami tinggal yakni Depok, Jawa Barat. Dan akhirnya Tanjung Lesung menjadi destinasi. Oke locked!.

Tanggal 19 Juli jam 3 pagi kita berangkat.
Saya sendiri belum tidur. Mata rasanya meleleh minta tertutup. Kami melintasi tol dalam kota mengarah ke Serang melewati Anyer. Cukup lancar perjalanan pergi. Menyempatkan sholat Subuh dan mampir ke beberapa Alfamart. Ada hal yang cukup janggal ketika ke beberapa Alfamart, kami susah mendapatkan roti disana padahal sudah menghampiri beberapa Alfamart sepanjang perjalanan.

Sesampainya di Tanjung Lesung, kami diarahkan oleh seorang petugas menuju pantai. Padahal petunjuk jalan mengarahkan kami untuk belok kanan tapi petugas mengarahkan untuk lurus. Sebagai pendatang kami menurutinya. Dan ternyata RRRAMAAII. Spontan mood saya turun ke level terendah. Bahkan saya sempat berkomentar, " Ini bukan Tanjung Lesung! Ini pantai Karnaval pindah ke Banten! " . Teman-teman pun turut kecewa. Semua tidak sesuai ekspektasi seperti yang kita googling kemarin.



contoh hasil googling dan ternyata kenyataannya tidak sesuai ekspektasi :p



Dan ini dia Tanjung Lesung yang saya dapat :))


pantai karnaval pindah ke Banten

ada gadis pingsan


Lalu diputuskan untuk menyusuri pantai kearah selatan. Cukup jauh dari pusat keramaian. Namun tidak ada tempat untuk berteduh. Kita membuat tenda darurat menggunakan fly sheet. Namun tetap saja tidak bisa berenang. Karang-karang disini cukup banyak. Diputuskan 2 orang untuk check lokasi menyelusuri kearah utara dari pusat keramaian awal. Setelah hampir 1 jam, 2 teman tersebut datang dan mengajak kita bergegas. Disini susah sinyal sehingga mereka harus menjemput kembali anak-anak. Dan ternyata kita diarahkan ke tempat petugas tadi, ke tempat petunjuk jalan tadi. Disini disebut Beach Club.


Setelah menyelusuri garis pantai kearah selatan, sepi namun tak ada tempat berteduh


Untuk memasuki lokasi ini, satu orang diwajibkan membayar sebesar Rp. 50.000 . Karena sudah merasa tertipu dan kecewa, anak-anak tidak mau masuk area Beach Club. Diputuskan untuk menyusuri garis pantai kearah utara. Dan ternyata cukup sepi namun pantainya tetap tidak seindah ekspektasi google search.

Sampai sini, kita istirahat. Mengingat sepanjang perjalanan menuju sini sangat kurang istirahat. Setelahnya, masing-masing ada yang berenang menikmati Tanjung Lesung ala kadarnya. Saya tetap enggan untuk berenang, menghabiskan diri dengan mendokumentasikan momen ini sembari sesekali menggambar.


Istirahat metal ini namanya

Upi tetap asyik berenang


Tak lama setelah azan maghrib selesai berkumandang, kita semua bergegas untuk pulang. Dan ternyata jalur Anyer lumpuh total. Kita menghabiskan waktu 12 jam untuk sampai rumah.

0 comments:

Post a Comment