Content

Tuesday, October 13, 2015

Gunung Guntur

Agustus, setelah terakhir kali mendaki pada bulan Mei ke Papandayan, kini saya mendaki lagi. Yeay!. Entah kenapa saya selalu suka ketika diajak mendaki gunung. Kali ini saya diberi kesempatan untuk mendaki gunung Guntur, yang konon katanya merupakan gunung yang tidak terlalu tinggi tapi justru memiliki jalur yang menantang. Banyak yang menyebutnya 'kecil-kecil cabe rawit'. 

Komposisi tim kali ini berjumlah 5 orang. Saya, lalu seperti biasa Fajar, teman se-rinjani-an dan se-prau-an, lalu ada eja teman se-papandayan-an, bayu se-prau-an bersama fajar dan kiki seorang teman dari bandung yang selalu komen di instagram saya supaya mengajaknya mendaki dan kali ini terkabulkan hahaha. Guntur merupakan debut mendaki kiki, luarbiasa.

Perjalanan dilakukan pada Jumat malam, standar liburan pegawai. Berangkat Jumat malam, pulang Minggu, Senin bolos kerja kecapean :p. Meeting point di Tebet di kosan Eja. Sedangkan Kiki berangkat langsung dari Bandung dan bertemu di pom bensin Tanjung, Garut. Jam 23:00 berangkat dari Tebet menuju pool Primajasa di Cililitan, dan ternyata bisnya sudah jalan. Lalu segera bergegas menuju Kp.Rambutan dan ternyata di Pasar Rebo tersedia bis menuju Garut. Tanpa pikir panjang, langsung meletakkan keril ke bagasi mobil. Didalam bis ini sebelum jalan dari Pasar Rebo ada 2 orang pengamen yg memaksa, sempat ada kontak fisik yaitu mencolek dengan mengepal tangannya kearah badan saya. Saya tetap tidak memberi uang.

Bis melaju pukul 24:00 / 00:00, ongkos sebesar 55 ribu. Kita sepanjang perjalanan menuju Garut tertidur. Sementara itu, Kiki memberi kabar bahwa dia sudah di Terminal Tanjung. Wah!. Bis tiba sebelum adzan Subuh berkumandang. Setelah sholat, tim pun sarapan dan mempersiapkan ulang barang bawaan. Sekitar pukul 06:30 kita bergegas dari pom bensin Tanjung menuju titik pendaftaran dengan menggunakan pick-up dengan masing-masing ongkos sebesar 25 ribu.

Setelah menumpang pick-up, kita kembali menumpang truk pasir dengan biaya seikhlasnya dan perjalanan panjang pun dimulai ! . Kita memulai mendaki Guntur sekitar pukul 09:00 waktu setempat. Awal pendakian cukup teduh karena masih banyak pohon. Kemudian kita diarahkan oleh petunjuk jalan kearah kiri dan ternyata terik menyengat. Masih terlihat sisa-sisa kebakaran. Jalur didominasi oleh kerikil dan pasir dan jarang sekali pepohanan. Ditambah jalur yang terus menerus menanjak. Mental dan tenaga benar benar diuji.

Dengan penuh kesabaran, tim berhasil mencapai puncak Guntur sore hari. Ya terlalu banyak istirahat, dan memang tidak baik jika dipaksakan. Kita berada di puncak 1 dan segera mendirikan tenda di titik terjauh dari pusat kemping. Dan resikonya adalah, tenda kita paling pertama terkena serangan babi hutan. Babi hutan muncul ketika hari sudah agak gelap. Mereka mencari makanan. Tidur pun tidak bisa tenang karena si babi seringkali mengendus permukaan tenda. Saya yang berada di ujung pintu masuk tenda pun berhasil diganggu olehnya. Keril saya yang berada di pintu tenda dan saya posisikan di bawah kaki saya ketika saya tertidur pun berhasil ditarik olehnya padahal tenda dalam posisi tertutup. Untungnya saya segera bangun dan terjadi insiden tarik-menarik keril milik saya antara si babi dan saya sendiri dan dimenangkan oleh saya. Beruntung keril saya tidak sobek.

Keesokan paginya, matahari sudah mulai terbit dan ternyata cuacanya mendukung!. Kita berada diatas awan. Terlihat Papandayan dan Cikuray menyembul dari permukaan awan. Selesai foto-foto kita sarapan dan segera turun. Bekal air saat itu sangat minim. Saya masih menyimpan 1,5 liter persediaan air tanpa satu pun teman tahu. Dan ketika persediaan mereka habis baru saya keluarkan dan alhasil mereka semua ngomel haha.





Sampai titik air terakhir sekitar pukul jam 12:00. Turun jauh lebih cepat dan menyenangkan meskipun debu menempel di permukaan baju dan tubuh. Dan berhasil mencapai pos sekitar pukul 15:00. Dan dilanjutkan menuju Terminal Guntur untuk mandi dan bersih-bersih disana. Yang lain sempat makan terlebih dahulu, saya tidak karena harus mengecek jadwal keberangkatan bis. Setelah mengetahui bis berangkat sekitar sepuluh menit lagi, saya kembali ke anak-anak dan memesan jus alpukat untuk mengganjal dan bergegas kembali ke dalam terminal dan ternyata bis Primajasa jurusan Jakarta baru saja keluar terminal. Dan kita pun berlarian mengejar bis tersebut dan berhasil ikut serta ke Jakarta.




Gunung Guntur, 'kecil-kecil cabe rawit !'


Bagaimana caranya kesana :

Dari Jakarta
Banyak opsi angkutan menuju Garut menggunakan bis. Tersedia banyak pilihan bis dari terminal Kampung Rambutan. Bila memilih tempat yang aman, silakan naik dari pool bis Primajasa di Cililitan.
Ongkos bis dimulai dari Rp. 55.000 (Oktober 2015)

Turun di Pom Bensin Tanjung, Garut.
Dari pom bensin banyak yang menawarkan jasa berupa pick-up/angkutan menuju pos pendaftaran. Harga Rp. 25.000 (Oktober 2015)

Dari Pos Pendakian masih harus berjalan kaki melewati area tambang pasir sebelum memulai pendakian. Disarankan menumpang truk pasir penambang dengan upah seikhlasnya.



0 comments:

Post a Comment