Content

Sunday, September 18, 2016

Taman Burung, TMII

 Sangkar burung besar

Paska lebaran di tahun 2016, keponakan saya segera melanjutkan sekolahnya di salah satu sekolah pelayaran di daerah Semarang. Sekolah tersebut menerapkan tingkat kedisiplinan yang cukup ketat. Lalu keponakan saya yang bernama Zulhar yang berdomisili di Wonosobo berencana liburan terlebih dahulu sebelum memulai sekolahnya. Lantas Zulhar mengunjungi Depok dimana saya dan kedua orang tua saya tinggal.

Awalnya saya bingung hendak mengajak Zulhar pergi kemana. Terlebih dia sudah cukup sering ke Depok dan liburan di Jakarta. Tetapi saya tetap harus memiliki beberapa opsi untuk mengajaknya berlibur. Dan pilihan jatuh ke Taman Mini Indonesia Indah. Saya sendiri tidak pernah bosan pergi ke TMII. Banyak yang bisa dikunjungi disana.

Sabtu, saya berangkat dengan teman saya, Tio dan Zulhar tentunya. Sudah terlalu siang. Setibanya di TMII jam 14:00. Karena kita harus mampir ke Jatinegara terlebih dahulu untuk mengurusi mobil. Awalnya ingin bermain-main air di Snowbay. Tetapi hari itu terik matahari terlalu menyengat. Kita pun takut hehehe.

Lalu keliling TMII dan melihat taman burung. Saya meminta Tio untuk menginjak pedal rem mobil. Saya rasa taman burung pilihan tepat buat Zulhar. Zulhar merupakan anak yang tumbuh besar di kota kecil bernama Wonosobo, sering main ke sawah dan sudah pasti menyukai burung-burung. Terlebih bapaknya memelihara burung dirumahnya. Dan ternyata benar, dia mengetahui lebih banyak spesies burung daripada saya dan tio hahaha.


Batu peresmian taman burung oleh alm. Soeharto

Harga tiket masuk taman burung adalah 25 ribu/orang. Di dalam taman ini, terdapat pembagian area untuk melihat burung-burung yang ada. Area timur dan area barat. Terdapat juga banyak burung yang dilepas atau dibiarkan terbang begitu saja dan bisa bersentuhan langsung dengan orang yang mengunjunginya. Ada juga yang ditaruh di dalam kandang besar. Meskipun banyak burung-burung yang dibiarkan pada akses jalan pengunjung, tidak terlalu banyak kotoran burung disana. Cukup bersih.

Hari ini tidak terlalu ramai pengunjung. Meskipun hari ini hari libur. Saya malah lebih sering melihat turis mancanegara yang mengunjungi taman burung ini dibandingkan turis lokal. Salah satunya dari Arab yang sempat diajak ngobrol oleh Tio dengan bahasa Arab. Saya dan Zulhar pun cuma bengong mendengarkan mereka berbicara haha!

Burung 1

Burung 2

Burung 3

Burung cendrawasih yang berada di dalam kandang harus dipancing terlebih dahulu agar bisa mengepakkan sayapnya yang indah itu. (Burung 3). Ada satu burung (burung 6) yang sedang berdiri mengawasi kita dari atas, sama sekali tidak bergerak dan tatapannya tajam!. Saya jadi teringat film - film sihir dengan burungnya yang serem-serem itu. Untungnya warna tubuh burung ini mencuri perhatian, sehingga saya beranikan untuk memfotonya.

Burung 4 (elang putih)

Burung 5 (elang coklat putih)

Burung 6 (saya tidak tahu ini burung apa, tapi sumpah serem banget ngeliatinnya)

Burung 7

Setelah menyelusuri area timur, kita melintasi sebuah terowongan. Dan ternyata ada area dimana kita bisa berfoto dengan burung-burung. Untuk berfoto, satu burung diberi harga 5ribu. Dengan bebas kita mau foto berapa kali. Setelah tawar menawar dengan si bapak yang menjaga, akhirnya saya diberi keringanan 10rb untuk 3 burung hehe terimakasih pak.

Zulhar dengan burung-burung

lansekap taman burung 1

lansekap taman burung 2

Burung 8

Burung 9

Burung 10, favorit!

Burung hantu sebagai simbol/signage

Secara keselurahan taman burung ini bisa menjadi tempat liburan alternatif di Jakarta jika sudah kehabisan ide untuk liburan kemana. Meskipun siang itu sangat terik, tetapi ketika berada di dalam taman burung sinar matahari tereduksi oleh pepohonan yang ada didalam. Jadi terasa lebih sejuk. Kebersihan dan keamanan dari jangkauan burung-burung juga sangat baik di dalam taman ini. Satu kekurangan di mata saya, kita dibuat bingung ketika hendak keluar dari taman burung ini. Sirkulasi di area bagian barat masih membingungkan bagi saya pribadi. Kita dibingungkan dengan arah pintu keluar sehingga sempat bolak-balik ketika berada disana.



0 comments:

Post a Comment