Content

Saturday, September 17, 2016

Jimmers Mountain Resort

Source : here

Di lingkungan tempat saya tinggal, begitu banyak teman seusia saya sedari kecil yang kini bisa dibilang susah untuk diajak berkumpul bersama, terlebih lagi untuk jalan-jalan bersama. Ya karena seiring bertumbuhnya usia, kita kini disibukkan dengan mengejar cita-cita masing-masing.

Ramadhan kemarin menjadi momen untuk kumpul bersama, ya meskipun tidak semuanya berkumpul. Suatu malam setelah selesai sholat tarawih berjamaah di masjid dekat rumah, kita berkumpul lalu berwacana. Saya senang dengan teman-teman rumah saya ketika berwacana, karena 90% pasti terealisasikan.

Tomo, yang bisa dibilang otak perencana atau sebut saja "bos" mengajukan untuk menyewa villa di puncak. Namanya Jimmers. Saya mengajukan untuk mengunjungi wisata di daerah pangandaran, Citatah namanya. Lalu ditampung. Berganti hari. Akhirnya diputuskan untuk berangkat menuju Jimmers. Lalu menentukan tanggal. Sebagian anak-anak ada yang mengambil cuti kerja. Beruntung saya tidak karena berangkat di akhir pekan. Sebelum hari keberangkatan kita memesan kamar terlebih dahulu melalui traveloka. Jika tidak memesan lebih awal sulit untuk mendapatkan kamar.

Perjalanan dimulai pada hari sabtu sekitar jam 15:30 WIB. Karena kita tidak mau terjebak dalam sistem buka tutup jalur puncak, jadi ketika sebelum memasuki jalur puncak menyempatkan diri untuk mencari informasi terlebih dahulu. Dan ternyata benar, jalur naik/menuju Cianjur ditutup. Kita melalui jalur alternatif melalui Sentul. Melintasi perumahan warga. Dan baru tiba di Jimmers 15 menit sebelum azan maghrib waktu setempat.

Karena tiba sudah malam, kita hanya leyeh-leyeh di kasur yang lumayan memanjakan. Malam ini lebih banyak dihabiskan dengan ngobrol ngalor ngidul karena kita juga udah jarang bertemu jadi apa aja dibahas sembari nunggu final bola Piala Eropa.

Halaman depan

Lobby 1

Lobby 2

Setelah melewati malam, pagi - pagi kita sudah terbangun dengan sigap. Momen menghirup udara pagi di Jimmers tidak boleh terlewatkan. Selain udaranya yang sejuk kita juga menunggu matahari terbit. Di Jimmers, disediakan spot khusus untuk menunggu sunrise. Saya pun tidak mau melewatkan ini tanpa secangkir teh. Saya suka teh! teteh-teteh juga suka sih :p .

Spot khusus untuk menunggu sunrise

Sunrise and a cup of tea, juara! kurang teteh-teteh biar komplit

ala-ala foto profil

Setelah selesai menikmati sunrise kita dikasih sarapan pagi oleh pihak Jimmers. Menu makanannya cukup beragam. Sebenarnya semalam juga mendapat jatah makan malam. Porsi makanannya juga tidak dibatasi. Dan enaaaak. Saya lebih memilih makan keluar dari gazebo. Lebih memilih duduk dipinggir kolam.

gazebo area makan di Jimmers

Segeeeer

Jimmers 1

Jimmers 2

Jimmers 3

Jimmers 4

Jimmers 5

hammocking life

Di Jimmers juga tersedia area untuk bermain. Ada fasilitas gym, billiard juga. Saya sendiri lebih banyak menghabiskan hari di pinggir kolam, berenang, mengsketsa hingga mainan hammock. Secara keseluruhan, saya merekomendasikan Jimmers Resort Mountain cocok menjadi pilihan untuk menghilangkan kejenuhan aktivitas di Jakarta. Dengan fasilitas dan view yang disediakan saya bisa bilang Jimmers ini mempunyai nilai 8,5 dari rate 0-10. Sayangnya lokasi ini masih jauh dengan titik tertinggi puncak sehingga saya yang notabene menyukai udara dingin tidak merasakan dingin seperti yang saya bayangkan ketika berada di Puncak, Bogor. Namun kesejukan menggantikannya.

Salam dari #TungkalSquad , saya outframe. saya yang foto soalnya






0 comments:

Post a Comment